Pukul Setengah 4 Pagi


Ku duduk di sudut kamar yang gelap.
Jakarta dini hari itu sungguh muram
Hujan mengguyur selepas tengah malam
Menyisakan dingin yang kulawan dengan seduhan kopi panas.

Kelopak ini terasa berat,
namun mata ini sulit terpejam. 
Sesekali kulirik detak jarum jam yang tak pernah habis mengelilingi jam dinding itu.

Seperti jalan yang seolah tak berujung. 
Ingin rasanya aku menyusuri jalanan Jakarta dini hari,
Ditemani cahaya gedung tinggi yang tersamar oleh kabut pagi. 

Seandainya aku bisa seleluasa angin malam,
Pergi mencari kesadaran yang tak tau tercecer dimana,
Pelan meraba-raba dan menyusuri jalan gelap itu. Sesekali terantuk, menyisakan lebam kecil di lutut kananku.

Ah... sayang sekali!
Setengah 4 pagi kali ini, 
tak juga mampu kutemukannya. 










riska

No comments:

Post a Comment