Sebuah curahan hati untuk Film Indonesia

Halo semua. Duh, tidak terasa sudah lama sekali saya tidak ngeblog. Kali ini saya mau mencurahkan isi hati untuk Film Indonesia. Hah, Film Indonesia? Mungkin diantara kalian banyak yang sedikit alergi nonton film karya anak bangsa sendiri. Saya memaklumi karena beberapa tahun yang lalu, sempat trend film-film horror yang justru sangat menyimpang dari konteks Horror yang sebenarnya. Namun, akhir-akhir ini bisa dibilang indutri perfilman Tanah Air sedang giat. Dengan banyaknya film lokal yang mulai menghiasi layar bioskop. Ditambah lagi dengan kualitas film yang meningkat dibanding tahun-tahun yang lalu.

Sebuah curahan hati untuk Film Indonesia

Kalau boleh jujur, saya baru tertarik menonton film-film Indonesia sejak tahun 2012 dan sampai akhirnya saya bertemu dengan beberapa teman dari Gudang Film sehingga saya bisa rutin menonton film karya anak bangsa. Saat itu beberapa film diangkat dari novel atau buku best seller. Trend ini sebenarnya masih berlanjut sampai tahun ini atau mungkin masih berlanjut sampai tahun depan. Ini dapat dilihat, jumlah penonton terbanyak diraih oleh beberapa film yang diangkat dari novel. Setidaknya saya lebih senang dibanding mengangkat tema horror tidak jelas dan esek-esek.  

Tapi, sangatlah disayangkan apabila materi cerita yang diangkat dari novel yang sudah sangat bagusnya malah di"rusak" oleh karena penggarapan film yang kurang serius dan persiapan materi yang instant. Ekspektasi yang sudah tinggi dihancurkan begitu saja oleh karena film yang jauh dari imaji saya. Saya maklumi, betapa sulitnya membuat film yang sesuai dengan gambaran pembaca yang tentunya masing-masing kepala hampir selalu berbeda-beda. Namun, saat melihat film dimana cara pengambilan gambarnya tidak nyaman dimata sampai pada acting para pemerannya yang terlihat "maksa" tentulah sangat mengganggu. 

Padahal, sebuah film bisa dibilang berhasil apabila bisa membuat si penonton ikut merasakan emosi dari karakter yang ada di film. Bisa merasakan amarah, sedih, senang dan sebagainya. Ada beberapa film Indonesia yang sebenarnya sudah bagus dalam teknik dan sebagainya, namun sangat disayangkan jumlah penonton di bioskop malah jeblok. Berbanding terbalik dengan beberapa film dengan judul dan kualitas yang maaf, bisa saya bilang menyedihkan, malah meraup jumlah penonton yang jauh melebihi film-film berkualitas baik. Hal inilah yang kadangkala menyebabkan para pekerja menjadi lesu untuk menciptakan karya yang baik. Ditambah lagi dengan kecenderungan penonton Indonesia yang lebih menunggu film tersebut ditayangkan di Televisi yang menyebabkan rendahnya keinginan untuk menonton langsung di bioskop.

Satu hal yang juga mengganjal adalah banyaknya orang-orang yang keburu pesimis dengan kualitas film-film Indonesia sehingga yang selama ini saya perhatikan dari beberapa situs social media dimana film belum tayang, namun sudah banyak kritik pedas yang menghajar telak film tersebut. Entah bagaimana cara mereka melihat film tersebut. Apa memang film Indonesia memang sudah sangat mengecewakan mereka? Saya harap dimasa depan kita semua bisa dimanjakan oleh kualitas film yang menghibur, bukan hanya 'latah' oleh film atau trend semata. Sebagai orang Indonesia saya memipikan agar para penggiat film lebih berupaya semaksimal mungkin untuk menggarap film yang lebih berkualitas dan semoga hal ini akan menghilangkan rasa pesimis yang sudah kadung bercokol di pikiran masyarakat.

Pesan saya, cobalah menonton film-film Indonesia di bioskop. Saya yakin diantara beberapa judul, pastilah ada yang betul-betul berkualitas dan digarap dengan hati. Lebih memberi apresiasi karya lokal yang pelan tapi pasti menuju arah yang lebih baik. Kalau bukan kita yang mengapresiasi, siapa lagi? :)

riska

No comments:

Post a Comment