Finding Srimulat : "Selamatkan Indonesia dengan Tawa"

Pada 2 April 2013, saya mendapat kesempatan untuk menyaksikan screening film Finding Srimulat yang akan tayang perdana di bioskop pada tanggal 11 April 2013 mendatang. Film ini, selain menggandeng beberapa anggota Srimulat seperti Djujuk Juariah, Kadir, Mamiek, Nunung, Tessy, dan Gogon juga turut mengajak serta aktor/aktris muda berbakat seperti Reza Rahadian, Rianti Cartwright, serta Nadila Ernesta. Film yang diproduksi oleh MagMa Entertainment ini, disutradarai oleh Charles Gozali

Finding Srimulat bercerita tentang perjuangan seorang pria muda bernama Adika Fajar (Reza Rahadian) yang bangkit dari keterpurukannya setelah mengalami pengkhianatan seorang rekan kerjanya. Ditambah dengan kantor EO, tempat ia bekerja mengalami krisis keuangan sehingga dengan terpaksa kantornya harus dinonaktifkan untuk sementara. Belum lagi istrinya Astrid Lyanna (Rianti Cartwright) sedang hamil tua dan pastinya butuh biaya besar untuk prosesi melahirkan. Di tengah kegundahan hatinya, secara tak sengaja Adi bertemu dengan salah satu legenda Srimulat, Kadir. Adi mulai mendapat semangat hidupnya kembali melalui para anggota Srimulat yang ditemuinya. Pelan-pelan, ia mulai meyakinkan kesemuanya supaya mau kembali mentas yang akhirnya mengembalikan keriangan di tengah anggota Srimulat. Namun, jalur yang harus ditapaki untuk para anggota Srimulat kembali mentas tidaklah mudah. 

Senang sekali rasanya bisa menyaksikan kembali penampilan Srimulat yang pastinya menjadi penawar kerinduan saya kepada masa kecil. Secara manis, Charles Gozali berhasil mengangkat legenda hidup Srimulat yang tentunya merupakan salah satu hiburan berkualitas yang berakar pada kesenian tradisional Indonesia. Harmonisasi para anggota Srimulat dengan aktor/aktris muda, terasa begitu manis dan renyah. Comedy yang disuguhkan pada film ini begitu segar dan terasa tidak dangkal. Reza Rahadian dan Rianti Cartwright berhasil menghadirkan chemistry suami istri yang pas, tidak mengada-ada. Guyonan serta alur cerita membuat saya tersentuh dengan berbagai kenangan akan grup Srimulat. Di film ini, bisa dilihat bagaimana Srimulat berusaha bertahan dengan konsep hiburan yang sangat menggambarkan salah satu budaya Indonesia di tengah gempuran era globalisasi dan modernisasi. Sungguh menginspirasi kita, kaum muda yang seharusnya dapat meneruskan semangat yang sudah dilahirkan terlebih dahulu oleh Srimulat.

Ada salah satu adegan yang sangat mencuri hati saya, yaitu adegan di stasiun Balapan Solo. Konsep yang ditawarkan begitu segar. Saya jadi teringat dengan adegan-adegan di film bergenre musikal. Koreografi yang cantik dengan sukses merepresentasikan kesenian Solo. Adegan yang tentunya saya rasa memerlukan persiapan dan usaha yang sangat besar. Selain itu, soundtrack dalam film ini begitu indah. Lagu "Lenggang Puspita" menjadi pilihan Charles Gozali untuk menghadirkan suasana riang dan ceria. Lenggang Puspita merupakan masterpiece Guruh Soekarno Putra.

Di film ini, ada salah satu adegan yang mengharuskan Reza Rahadian untuk berakting lepas tanpa skrip. Dengan sangat brilian sekali Reza Rahadian dapat mengeksekusi dan membawakan karakter Adi dengan luwes dan natural. Saya rasa, hampir segala kalangan dan umur akan menyukai film ini. Jadi, untuk anda yang rindu menyaksikan Srimulat dan haus dengan hiburan yang cerdas, film berdurasi 100 menit ini memang pantas ditunggu dan saksikan mulai tanggal 11 April 2013 nanti!

riska

No comments:

Post a Comment