Humming your name every -day.


Amarah ... 
muncul saat malam telah lelah. 
perlahan mataku memerah, 
ditemani hatiku yang pecah 
berserak berganti remah.

Rinduku tak jua terucap,

saat lidahku fasih mengecap
pahit dalam jeruji senyap 
yang tak kunjung lenyap.


Kemudian ia muncul lagi, 

dibalik jaring laba-laba yang selama ini kusembunyikan dibalik lemari. 

Ternyata rindu yang tak sempat kulafalkan, bisa menimbulkan sesal dan amarah. Marah pada diri sendiri yang sebegitu pengecutnya pada detak jarum jam yang tak hentinya menertawaiku.  Aku telah sampai pada batas, antara sadar yang menggema dan mimpi yang berusaha menjeratku dengan pekatnya. Kemudian aku tersentak, pada kenyataan...
aku telah jatuh cinta pada punggung yang sama
setiap hari
Dan begitulah cinta membuatku mematung, 
menyembunyikan nafasku, 
saat kunikmati punggungmu dari kejauhan. 

Aku iri dengan udara disekitarmu yang senantiasa berselimut bersama pori-pori kulitmu. Aku iri dengan dinding kamarmu yang dengan mudahnya menatap wajahmu saat engkau terlelap. Aku iri dengan matahari pagi, yang selalu bisa menyapamu saat kau terbangun dari tidurmu.


Kuingin menyentuh dinding hatimu, merengkuh duniamu, menjadikanmu lirik di setiap nafas laguku. Lalu pada akhirnya, tiada yang dapat mendengar bisikku ini. Hanya dinding putih kamarku yang berteriak dalam hening memecah air mata. Berusaha untuk berdamai dengan nada-nada minor yang pelan mengalun dari gitar tuaku. Melepas namamu dari bibir ini, menyanyikan lagu parau yang tak pernah sempurna kunyanyikan

Bagaimana aku bisa bersenandung dihadapmu, jika aku selalu tenggelam dalam diammu yang mengemas segala ruang imaji ini?

Kembali malam ini aku menatap nanar potretmu di langit-langit. Berserah pada suaramu yang hanya mampu menggema dalam nadiku. Melukiskan dirimu lewat nada yang berhamburan, terserak di depan pintu hatimu.  Berserah dalam mimpi yang terbenam dalam ketakberdayaan. 



Izinkan aku masuk ke dalam kamar hatimu. 










humming your name every -day.

from R to my -Universe



riska

No comments:

Post a Comment