Sepotong Cerita dari Premier Film Perahu Kertas

poster Perahu Kertas

"Dear Neptunus......."
kata-kata itu mungkin tidak terasa asing bagi para agen Neptunus dimanapun kau berada.

Kebetulan saya berkesempatan menghadiri premier film Perahu Kertas, 8 Agustus 2012 di Epicentrum XII. Perahu Kertas ini diangkat dari novel bestseller yang ditulis oleh 'ibu suri' Dewi Dee dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo.


Produksi: Starvision, Bentang Pictures, Dapur Film Indonesia.
Sutradara: Hanung Bramantyo.
Penulis: Dewi Lestari.
Pemain: Maudy Ayunda (Kugy), Adipati Dolken (Keenan), Reza Rahadian (Remi), Elyzia Mulachela (Luhde), Sylvia Fully (Noni), Fauzan Smith (Eko), Tio Pakusadewo (Wayan), Kimberly Ryder (Wanda), Dion Wiyoko (Ojos), Ben Kasyafani (Karel).

Suasana theater 2 sebelum film mulai

Jujur, pada awalnya saya tak terlampau berharap dengan film ini dikarenakan saya sempat ragu dengan Maudy Ayunda dan Adipati Dolken yang memerankan tokoh sentral pada Perahu Kertas. Tapi ternyata saya benar-benar salah. Bagaimana tidak? Awalnya saat saya melihat teaser serta trailer Perahu Kertas, saya selalu  merasa Maudy Ayunda ini masih terlihat terlalu ayu dan rapih untuk memerankan Kugy. Sedangkan Adipati Dolken terasa kurang charming sebagai Keenan. Mungkin dikarenakan saya saat itu masih mengingat actingn mereka di film Malaikat Tanpa Sayap. 

Tetapi semua terbantahkan saat melihat performa mereka di film ini. Maudy Ayunda sukses membius saya dengan Kugy-nya. Well, saya pribadi jatuh hati sama tokoh Kugy ini. Begitu natural dan pas, tidak melebih-lebihkan,  membuat saya betah menonton film yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini. Lalu, saya yang sempat mempertanyakan apakah Adipati bisa menghidupkan karakter Keenan, terpaksa harus menyerah pada kekaguman pesona Adipati. Actingnya yang benar-benar terasa beda, mungkin lebih matang, sehingga mampu membuat saya "merinding" saat saya mendengar berbagai percakapan diantara Kugy dan Keenan yang mengalir dengan begitu indahnya. Tidak berlebihan saya menyebutkan jika mereka berdua berpotensi sebagai 'next generation of Rangga and Cinta' seperti di film AADC beberapa tahun silam.

Saya jatuh hati pada skrip-skrip indah yang bertebaran disana-sini. Pengambilan gambar sepanjang film ini juga memanjakan mata penonton. Indah dan sesuai dengan apa yang saya bayangkan. Perpindahan dari satu cerita ke cerita lainnya juga tidak terasa lompatannya, detail-detail kecil yang tak terlupakan serta banyaknya lukisan-lukisan yang memanjakan mata saya. 

Tokoh Remi yang diperankan oleh Reza Rahadian turut mencuri hati saya. Actingnya pas dan buat saya pribadi, dia sangat perfect menghidupkan seorang Remi. Di film ini juga saya menemukan beberapa adegan yang mampu membuat seluruh penonton satu bioskop tertawa. Jempol untuk aktor pendatang baru, Fauzan Smith, yang memerankan Eko. Satu kata: segeeeeer.... !

Saya juga sangat memperhatikan musik-musik di sepanjang film ini. Bisa dibilang, ini yang membuat setiap adegan-adegan lebih menacap di hati. Penempatan setiap lagu yang benar-benar menggambarkan momen yang terjadi, menghantarkan saya untuk ikut merasakan momen tersebut. Mungkin karena saya sendiri penggemar musik ambient , jelas saya merasa terpuaskan dengan alunan musik tersebut di beberapa adegan. 

Sepanjang film saya sempat bertanya-tanya dengan satu buat potongan adegan yang diiringi oleh lagu yang "saya banget". Saya sempat mencari-cari di google dan akhirnya ketemu nama " The Triangle" band dan sempat ada percakapan di twitter saya:


Oh ya, saya akui, saya sempat tak menyangka jika film ini akan dibagi menjadi dua bagian. Tapi setelah saya menonton seluruh adegan di part 1, saya memuji keputusan membagi film ini. Karena 2 jam dirasa kurang pas untuk memvisualisasikan novel 400an lembar. Saya tidak sabar untuk menonton bagian ke-2nya dan wajar apabila ekspektasi saya tinggi untuk 2 jam berikutnya. Saya sudah kepalang jatuh hati dengan Keenan - Kugy. Semoga ke depannya film ini dapat sangat berkesan di hati saya, sebagai penggemar berat novel-novel Dewi Lestari.

Secara keseluruhan saya tidak menyesal.. Sebuah karya yang sangat indah. Bagaimana dengan Anda ?
Simak filmnya yang akan serentak beredar pada tanggal 16 Agustus 2012.




"Perahu Kertasku kan melaju, membawa surat cinta bagimu...."

riska

No comments:

Post a Comment