Konspirasi semesta


"Kamu lucu ska...", katanya sembari menegak air mineral.

"Lucu kenapa? Memang ada yang salah dengan kata-kataku?"

"Kamu sebegitu percayanya dengan keberadaan alien di antara jutaan planet, tapi mengapa kamu gak pernah memberi satupun kesempatan untuk percaya sama apa yang dinamakan cinta? "

"Aku lebih percaya sama apa yang lebih masuk logikaku. Cinta itu abstrak, sulit didefinisikan dengan kata."

"Hey, kita lagi gak bicarain Penulisan Ilmiah digabungkan sama teori-teori bukan?
Buat apa kamu mencari-cari teori tentang cinta.
Saya jamin kamu gak bakal nemuin di perpustakaan manapun yang bisa mendeskripsikannya secara tepat sesuai sama apa yang kamu mau.
Sekarang gini aja, coba lah sekali-kali kamu memberi sedikit ruang percaya sama 'cinta' itu sendiri."

"Kenapa aku harus seperti itu? Omonganmu terdengar semakin konyol."

"Sst, tenang dulu. Coba sekarang kamu liat ke langit", kemudian ia mengangkat satu jarinya ke arah langit. 

Aku dengan tidak sabar mendongak ke langit, "Ya terus, apa hubungannya dengan langit?"

"Saya yakin, kamu pasti sudah ngerti kan bintang itu selalu ada biarpun siang hari. Tapi kok kalau siang hari gak keliatan ya? Kemana ia pindah?"

"Apa sih, tingkahmu makin aneh..."

"Aneh adalah cara saya untuk menjelaskan sesuatu kepada orang aneh sedunia"  Ia pun tersenyum nakal. Ingin sekali rasanya aku menjitak kepalanya. 

Kemudian ia melanjutkan ocehannya,
"Bintang itu selalu ada kan di sana, dia gak pernah pindah. Bumi aja yang berotasi.
Jadi, kamu bayangin kalau matahari itu adalah rasa tidak percayamu. Letaknya begitu dekat dan cahayanya begitu kuat sehingga mengalahkan cahaya bintang. Bintang-bintang itu menggambarkan cinta yang hadir dari berbagai manusia. Coba kamu sedikit meredupkan cahaya matahari itu, maka kamu akan bisa melihat cahaya bintang bukan?
Seperti itulah cinta. 
Kamu hanya butuh mengurangi rasa ketidakpercayaanmu dan memberi sedikit ruang untuk menikmati cinta. Walaupun ia sekarang jauh, tapi semesta selalu bergerak dengan berbagai anomali yang kadang bersembunyi dibelakangnya. Biarkan semesta berkonspirasi untuk mempertemukan kamu dengan bintangmu.."

Akupun hanya tersenyum tak melawannya, mulai menyadari hadir suatu yang kasat mata namun selalu ada
"Hmm... konspirasi semesta..."

riska

No comments:

Post a Comment