Hapus air matamu

Andaikata kita sama-sama terjebak dalam ruang hampa,
berdua saling mereka imaji dalam diam.
Andaikata kita sama-sama tetap tegakkan langkah,
sanggup ayunkan kaki menuju rimba bahagia,
Hapus air mata,
luluhkan hati yang sudah begitu merindu gemericik air penawar luka.

Kalau saja kamu tetap berada disana
Di ujung duka yang memantulkan cahya pelangi.
Masihkah kamu menantiku melepas patri bayangnya?
Berdiri, tercenung lemas menatap bayangnya sendiri
dalam mimpi semu yang tak berujung ?

Kalau saja awan mendung itu tak berhasil kuusir,
Mungkinkah aku temukan wajah pias berbalut pilu itu?
Beginikah cara alam mempermainkan kita,
menertawakan kita dalam badai pencarian.
Mencari diri yang mungkin sudah ilang diamuk serigala.

Andaikata kamu masih setia
merunut kata demi kata yang tak pernah bisa mampu kulafalkan,
Percayalah, kita pasti kan bertemu.
Dimana kita sama-sama kan memeluk luka.

Dan berjanjilah padaku, sayang..
Hapus air matamu...
Basuh peluhmu dengan embun pagi,
agar kita bisa saling menyulam senyum
yang selama ini tereperangkap jeruji.
Memilin harapan dan menerbangkannya ke angkasa.








#N
to my universe.

riska

No comments:

Post a Comment