Menyambut Fajar

Perlahan kudengar alunan deburan ombak.
Cahya bintang merajut, mewarnai mega.
Ku berkawan dengan angin malam
sembari menanti sang fajar kala itu

Sejenak ku berdiskusi dengan alam.
Akankah mentari pagi masih sudi menghangatkanku?
menjawab kegelisahan malamku?
mengukir senyum pada kicau burung?

Masihkah...
Masihkah Tuhan melukiskan langit dengan kuas yang sama?
Masihkah Tuhan menuangkan bulir cinta
di tengah alam yang berseru lirih?

Dalam hening,
tiada kata terucap,
mencuat beribu tanya tanpa arti.

mungkin...
aku hanyalah sebutir  embun
yang akan segera hilang dilumat mentari,
tertiup angin.




Tanpanya, pagi tetaplah terasa indah bukan?





(subuh di pantai Sanur yang sepi..)

riska

No comments:

Post a Comment