Trip to Central Java

Saya memang penggemar berat wisata domestik. Berjuta pemandangan dan budaya yang begitu mengakar kuat merupakan daya tarik tersendiri yang tidak dapat saya temui di negara lain. Belum lagi dengan makanan khas tiap-tiap daerah yang seakan menyihir saya untuk kembali lagi dan lagi.

Jujur, ini kali pertama saya merasakan mudik lebaran. Jarak tempuh ke suatu kota beranak pinak menjadi 4x lipat. Biasanya saya berpergian ke suatu tempat menghindari saat-saat "high-season", tapi berhubung ada urusan keluarga yang begitu penting,akhirnya kami tak bisa menunda lagi.

Tapi, banyak hal yang saya temui saat perjalanan tersebut. Yang paling menarik adalah saat saya menemukan sebuah jalan tol yang maaf saja, sangat kotor dipenuhi sampah di tepian jalannya dan anehnya ada pengemis dan pedagang liar yang bisa masuk ke sana dan kemudian menggadaikan nyawanya dengan berjualan di tengah jalan bebas hambatan.


Oh mungkin hanya pada saat-saat tertentu saja saya menemukan ini. Mungkin saat-saat hari biasa keadaannya berbeda, bersih dari sampah dan para pedagang liar. Amin :)

Ok, saatnya beralih ke hal yang positif. Banyak sekali pemandangan alam yang memukau yang saya liat selama perjalanan ini. Hal-hal sederhana yang membuat kita bersyukur, terlahir sebagai seorang Indonesia.

Fajar mulai menyingsing
Siluet gunung dari kejauhan
Kraton Surakarta
Becak, alat transportasi tradisional dengan tenaga manusia.
Wisata kuliner di tengah jalanan Solo. (harga makanannya murah-murah)

Goa Maria Kerep - Ambarawa
oh ya, pecelnya enak nih!
Candi Gedong Songo
Keliatan terik tapi sebenarnya udara relatif sejuk
entah gaya apa ini, seperti cheerleader di lereng gunung (?)
Pemandu kuda. Coba liat latar belakang foto ini, anda pasti akan terkagum-kagum dengan pemadangannya
Lawang Sewu

Kereta Api
Senja saat perjalanan pulang


riska

No comments:

Post a Comment