Mengejar layang-layang

Aku sebegitu pengecutnya, sebegitu takutnya... Hanya diam dan mematung nungguin layang-layang itu jatuh dari langit.

Aku cuma bisa berharap benangnya putus dan ketika benang itu putus, anehnya kakiku seakan terpaku ke bumi. Tidak mampu berlari dan berani mengejarnya.

Aku hanya merutuki diriku sendiri. Sesal mulai merubung di dada ketika layang-layang itu sdh berpindah tangan ke seorang anak di seberang sana.

Kemudian aku berjalan sambil menunduk. Berharap menemukan layang-layang yang jatuh ke tanah dan luput dari pandangan mereka.
Tapi apa?
hanya tersisa layang-layang yang sudah koyak di sana-sini.

Langit pun mulai memendarkan semburat jingga. Sebentar lagi gelap.
Aku pun mulai melangkah gontai menuju rumah...

Akankah ini terus berulang?

Kenyataannya terus berulang. Setengah dasawarsa tak terasa berlalu. Layang-layang itu pun terbang melayang jauh tertiup angin. Aku masih tetap begini. Teman-temanku menghampiri dan menghujaniku dengan pertanyaan:

"Kamu masih menunggu layang-layang?"

"Aku sudah tidak menunggunya lagi."

"Kamu yakin? Mengapa engkau tetap memandangi langit ? Kamu berharap dapat melihat layang-layang itu lagi bukan ?"
"Kamu tahu? Setiap aku melihat layang-layang itu, aku merasakan damai. Seperti ada ketenangan yang tak bisa kujelaskan dengan aksara. 

Tapi... Aku telah tiba pada satu titik dimana aku sadar. Aku hanya mengagumi keindahan layang-layang itu, namun tak ingin memilikinya. Mungkin semesta tak mengizinkanku untuk menerbangkannya. Biarlah layang-layang itu tetap dimiliki oleh seseorang yang tepat. Ia akan tetap melayang tinggi di angkasa dengan sejuta pesonanya."









06-10
#np Coldplay - viva la vida
(Sepotong kisah....)

riska

No comments:

Post a Comment