Paris tunggu aku di sana!

Aku memiliki suatu mimpi yang sudah bertahun-tahun kupendam. Mimpi yang sedari dulu memenuhi anganku. Aku ingin sekali ke Paris. Suatu kota yang sangat indah. Kota yang sangat eksotis, anggun dan penuh pesona. Tidak ada sejengkal pun luput dari seni pertunjukan. Benar-benar sangat memabukkan.


Imajinasi liarku menghantarkan aku pada suatu senja nanti aku akan mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam. Dengan semangat aku menuruni tangga pesawat lalu setelah menapakkan kaki aku pun membentangkan tangan lebar-lebar menyambut Eropa. Udara sangat dingin menusuk, namun tidak terasa karena semangat yang begitu menggebu-gebu.

Kemudian menyusuri jalanan Amsterdam mencari kedai kopi. Lalu aku menyeruput kopi pertamaku di Eropa! benua yang selama ini hanya kulihat dari foto-foto di internet. Sambil bersenda gurau dengan kawan seperjuanganku dari Tanah air memandang keluar dengan tatapan tidak percaya kalau kita dapat mencapai daratan Eropa. Mulai merencanakan petualangan-petualangan menakjubkan yang sudah tidak sabar menunggu di luar sana.

Sehabis sarapan singkat itu aku dan kawanku kembali menyusuri jalanan kota. Geliat Amsterdam yang awalnya tertidur mulai terasa. Kulihat penduduk kota dengan semangatnya menyambut pagi ini. Namun ini semua baru awal dari perjalananku. Tujuan utamaku adalah Paris, Perancis. Kemudian aku dan kawanku seharian menyusuri kota Amsterdam sampai ke pelosoknya. Hari pun sudah larut kemudian kami ke penginapan untuk istirahat dan tidak sabar untuk hari esok berangkat ke Paris.

Esoknya kami menuju stasiun. Aku dan kawanku akan ke Paris menggunakan train. Kami berdua takjub dengan infrastruktur di sana. Beda sekali dengan keadaan di Tanah air namun hal itu tidak membuat kami lupa akan negara kami tercinta Indonesia. Sepanjang perjalanan yang memakan waktu sekitar 4 jam, aku habiskan untuk memandangi pemandangan Eropa sambil sesekali merencanakan perjalanan spektakuler ini. Lalu kami turun di metro station terdekat dari eiffel di Champ de Mars.
Dari kejauhan aku dapat melihat suatu bayangan tinggi yang selama ini hanya bisa menari dalam pikiranku. Melihat sungai Seine yang mengalir. Benar-benar indah. Ya.. aku telah melihat Eiffel dengan mata kepalaku
sendiri. Kakiku gemetar, tak hentinya aku mengucapkan syukur kepadaNya. Tak terasa aku pun menitikkan air mata. Tangis kegembiraan yang tidak mungkin aku lupakan.

"Mimpilah seluas-luasnya kawan. Jangan malu dengan mimpimu! Biarkan imajinasimu mengalir liar tak terbendung. Tidak ada yang tidak mungkin jika engkau mau bermimpi. Karena segalanya berawal dari mimpi. Mimpi ada untuk menjadi nyata. Tidak usah kau perdulikan orang lain yang menjegalmu. Mereka hanya tidak menyadari keagungan mimpi."

riska

No comments:

Post a Comment